SEJARAH AWAL ILMU PSIKOLOGI DAN STRUKTUR PIKIRAN
SEJARAH AWAL ILMU PSIKOLOGI DAN STRUKTUR PIKIRAN
Psikologi
adalah disiplin ilmu yang mengkaji
tentang perilaku dan pola pikir seseorang. Karena perilaku merupakan
sesuatu yang kompleks dan bervariasi akan membuat seseorang membutuhkan banyak
waktu untuk bisa mempelajari perilaku ini secara intensif. Maka dari itu untuk
mempermudah dan menambah pemahaman mengenai kajian ilmu psikologi, perlu
diketahui sejarah awal mula munculnya ilmu psikologi.
Pada
awalnya, psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat seperti beberapa
disiplin ilmu yang lain. Hingga akhirnya masing-masing disiplin ilmu
mengembangkan pengetahuan dan cara-cara penyelesaian masalah dari berbagai
fenomena melalui penelitian untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan
yang lainnya lalu menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Setelah lahirnya psikologi
sebagai ilmu yang berdiri sendiri, psikologi selalu dikaitkan dengan Wilhelm Wundt
yaitu tokoh yang mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig. Ada juga
yang lebih menaruh perhatian pada tokoh William James yang juga mendirikan
laboratorium dan berhak mendapat kehormatan.
Wilhelm
Wundt adalah profesor biologi yang memiliki ketertarikan untuk mempelajari
budaya manusia.Wilhelm wundt melakukan penelitian mengenai fenomena kesadaran
sebagai objek kajian ilmu psikologi dengan menerapkan metode ilmiah atau metode
scientific sebagaimana yang dikenalkan oleh Aristotles untuk mempelajari dan
meneliti fenomena kesadaran manusia.
Proses riset ini diperluas oleh muridnya yaitu Edward Titchener yang
juga fokus mempelajari struktur pikiran seseorang dan juga fenomena
kesadaran.. Titchener mengidentifikasi
elemen dasar dari pengalaman sadar. Dia dan Wundt mempelajari kesadaran dengan
menggunakan metode instrospeksi. Keduanya melatih dirinya masing-masing dalam mengamati
isi pikiran mereka sendiri secara akurat.
Wund
dan Titchener adalah dua tokoh yang memiliki ketertarikan terhadap unsur-unsur
pikiran dan bagaimana pengorganisasiannya. Sehingga Wundt and Titchener dikenal
sebagai tokoh strukturalis. Untuk mengetahui unsur-unsur dan proses
pengorganisasian pikiran seseorang dapat dilihat dengan melakukan introspeksi
dan penggambaran sensasi yang tersusun dalam pikiran mengenai sesuatu. Itulah
yang mereka cari untuk menentukan struktur pikiran melalui introspeksi terkontrol.
Sebagai
salah satu contoh prakteknya seseorang diberikan sesuatu untuk dimakan tanpa
melihat apa yang dia makan, lalu dia diminta untuk menjelaskan sensasi dari stimulus fisik ini yang tercipta atau
tergambar dalam pikiran dia tanpa memberi tahu apa benda yang ada di mulut dia,
melainkan hanya sebatas menggambarkan sensasi yang muncul di dalam pikiran dia.
Referensi : Referensi: Lahey, Benjamin B, Psychology an Introduction
Komentar
Posting Komentar